cerita mama

Bekal Untuk Kakak

Pertama kali saya menyiapkan bekal adalah bekal untuk diri sendiri. Saat bekerja di salah satu lembaga bimbingan belajar di ponorogo. Alasan membawa bekal saat itu karena teman-teman kerja juga membawa bekal. Lauk yang saya siapkan saat itu pun sangat monoton. Hampir setiap hari membuat capjay. Hanya pendampingnya yang lumayan bervariasi, antara tempe goreng, tahu goreng, atau telur dadar. Manfaat yang paling terasa saat itu adalah hemat. Hemat uang dan hemat waktu.

Setelah menikah, suami tidak pernah mau dibawakan bekal. Alasannya beragam, wkwkkwkw. Saya sama sekali tidak masalah dengan hal itu. Saya sih khusnuddhonnya beliau gak mau merepotkan saya. Suudhonnya mungkin karena bosan, tiga kali sehari harus makan masakan saya. Jadi biarlah siang hari makan di luar, agar merindukan masakan istrinya saat pulang, hehehehhe. Yang penting sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor.

Karir ibu-ibu pembuat bekal dimulai saat Fadhil masuk sekolah. Semenjak awal memang sudah ada himbauan untuk membawa bekal. Makan bekal bersama pun menjadi salah satu momen yang diabadikan para guru untuk dibagikan kepada wali murid.

Awal masuk setelah pandemi, pembelajaran hanya sampai pukul 10.00 WIB. Bekal yang saya siapkan hanya makanan ringan dan susu UHT. Makanan ringan yang saya siapkan adalah olahan lauk. Bergantian antara sosis, tahu goreng, tempe goreng, kentang goreng, dimsum, nugget, dan terkadang juga bergedel. Seiring berjalannya waktu, Fadhil bercerita kalau di sekolah teman berbagi coklat, snack kemasan, biskuit, dsb. Saya sampaikan agar Fadhil juga berbagi. Dia menjawab, Fadhil sudah tawarkan ke teman tapi teman tidak ada yang mau, Wkwkkwkwk. Maaf ya nak, bekal kamu tidak diminati.

Pernah suatu ketika Fadhil menangis saat pulang sekolah. Bunda guru bercerita kalau tadi Fadhil meminta Oreo milik temannya. Sudah dibagi, namun Fadhil merasa kurang. Dari situ saya putuskan untuk menambahkan biskuit, dan jajanan kemasan lainnya di kotak bekal Fadhil. Supaya tidak lagi mengganggu temannya. Saya sampaikan agar dia mau berbagi juga. Selain bekalnya habis, dia juga bercerita kalau temannya mau ia bagi jajan.

Saat PPKM mulai sangat longgar, durasi sekolah Fadhil juga bertambah. Ekstrakulikuler yang tertunda akhirnya bisa dilaksanakan kembali. Fadhil mulai pulang siang, antara pukul 11.30 sampai 12.00 WIB. Maka bekal yang saya bawakan juga harus menyesuaikan.

Saya mulai menyiapkan makanan berat, tanpa menghilangkan menu sebelumnya. Bekal lengkap yang bertahan sampai saat ini adalah nasi, lauk, cemilan ringan, jajan kemasan, dan susu UHT. Mulai lah saya balanja ide untuk membuat bekal. Mencari ide variasi menu, sampai cara menatanya. Karena tidak mungkin hanya mengandalkan pengalaman bekal capjay ala saya waktu bekerja dulu.

Cara menata bekal banyak bersliweran di IG maupun status WA. Ternyata menata bekal itu ada seninya dan seni itu memerlukan banyak alat perang, wkwkkw. Mulai dari garpu warna-warni, kotak-kotak kecil wadah lauk, nori, cetakan nasi berbagai bentuk, sampai tas bekal. Semuanya mulai saya cicil satu persatu. Tujuannya tentu supaya Fadhil semangat makan saat membuka bekalnya. Namun, apa daya mamanya tidak bakat menata bekal. Bekal Fadhil tetap tidak terlihat estetik, wkwkkwkw.

Dari beberapa menu yang pernah saya coba, berikut ini menu paling disukai Fadhil. Saya sertakan resepnya, mungkin bermanfaat untuk menambah variasi menu olahan.

1. Ayam krispi saus mentega

http://cookpad.com/id/r/16230569?via=whatsapp

Saya tanpa kecap inggris, karena menyesuaikan dengan bahan yang ada di rumah. Kecap inggris saya ganti kecap dengan kecap asin.

2. Ikan atau udang krispi saus teriaki

http://cookpad.com/id/r/2145013?via=whatsapp

Ayamnya saya ganti menjadi ikan atau udang krispi kesukaan anak-anak.

3. Ayam kecap

Resep ini belum ada link nya, karena resep andalan sahabat saya.

Ayam Kecap ala Nourma Rosalina

Ayam 1/4 Kg (diblansir, kemudian digoreng)

Bumbu halus:

4 Bawang Merah

2 Bawang putih

2 kemiri

Bumbu Lain:

Merica secukupnya

Garam secukupnya

Gula merah dan kecap secukupnya.

Cara memasak:

Tumis bumbu halus sampai harum

Tambahkan sedikit air

Tambahkan bumbu lainnya

Masukkan ayam yang telah digoreng

Koreksi rasa, tunggu sampai air menyusut dan bumbu merasuk ke dalam ayam.

Ayam kecap siap dihidangkan.

4. Oseng tahu tempe

http://cookpad.com/id/r/4049444?via=whatsapp (saya tanpa cabai)

5. Bihun goreng

http://www.diahdidi.com/2022/02/bihun-jagung-goreng.html?m=1

6. Daging suir bumbu lapis (Resep ala uti yang belum didigitalkan)

Daging Lapis Uti Yatmi

1/4 daging sapi, diiris tipis

1 butir telur, kocok lepas

Air

Bumbu Halus:

1 lombok besar
4 BP
3 BM
1 sdt ketumbar
2 miri
1 tomat kecil
(Tambah cabe rawit jika ingin pedas)

Bumbu lain:
2 ruas Jahe
1 ruas Laos
1 daun Salam
1 daun Jeruk
Secukupnya Kecap, gula, garam, merica, kaldu bubuk.

Cara memasak:

Campur dan aduk daging mentah, telur, air dan bumbu halus. Masak api kecil sambil diaduk. Tambahkan bumbu lain. Koreksi rasa.

Bagaimana, sudah dapat ide baru untuk menyiapkan bekal ananda? Selamat berkreasi, menghasilkan sekotak bekal penuh cinta. Kerepotan pagi hari yang membuat bahagia.