cerita mama

Gender Anak kita

Semakin maraknya berita-berita penyimpangan gender, tayangan-tayangan cowok melambai, dan cewek tomboy. Sedikit banyak membuat saya khawatir tentang pola asuh anak. Wong banyak juga anak cowok usia SD SMP sudah  percaya diri pose dan bergaya kaya cewek. Siapa yang ditiru? Orang tuanya kemana? tentunya orang tuanya pasti ada kan. Kok dibiarin?? Mungkin mereka pun sebenarnya tidak ingin anaknya seperti itu. Lalu apa yang harus dipersalahkan?

Suatu hari ngumpul-ngumpul ni sama sesama emak-emak (yg anaknya juga cowo) di ulang tahun seorang gadis kecil. Disana disediakan kids corner dengan berbagai mainan, salah duanya (berarti nilai 80 ya,wkwkkw *garing banget deh ah) boneka dan kitchen set. Nah anak cowo tadi mainan kitchen set, dia asik bgt, pura2 goreng, dll. Ibunya langsung negur ayahnya yg lbh dket kids corner supaya anaknya dijauhin dr kitchen set dan boneka2 cewek. Sang anakpun menurut dan berhenti walau dia masih asik bermain.

Setelah itu, saya ikut uring-uringan kalau fadhil ikut ke dapur ambil teflon dan spatula kayu trus dia gaya kaya mama yang lagi masak. Saya juga lgsung melarang kalau dia main boneka di tetangga yg anaknya cewe.

Ternyataaaaa…. itu contoh preventif yang salah

Saya baca dari bukunya ayah edi (yang belum kenal silahkan googling, hehehe). Disana dijelaskan (bukan kutipan langsung ya.. seinget saya aja). Jangan takut kalau anak cowo main masak-masakan, karena chef yg terkenal juga cowo tuh, dan tidak melambai (bertato malah,chef juna-red). Jgn takut anak cowo suka warna pink, karena sebenarnya gak ada aturan tentang warna dan gender.

Kok gitu ya?

 Iya gitu… karena dengan melarang anak cowo masak misalnya, maka akan terbentuk pemikiran pada anak, berarti kalau suka masak harus jadi cewe dulu. Berarti kalau suka warna pink harus jadi cewe dulu ya. Wah kan? Jadi bahaya.

Tentunya kebebasan itu juga terbatas ya… misalnya bedakan, pake rok, ya jelas g boleh.

Alhamdulillah juga kemarin sempet ikut sekolah ibu yg salah satu materinya tentang gender. Salah satu penjelasannya anak harus kita fahamkan sedari kecil (ketika mulai bisa faham omongan kita) kalau “kamu itu anak laki2, jadi mirip ayah, akung, mas, pakpoh, dll.  pakaiannya kaya ayah, dandannya cukup pake gel rambut.” *karena pernah dulu bgt dia niruin mamanya bedakan..ekkwkw.. trus sebisa mgkin saya g bedakan di depan dia.

Kalau mama ini perempuan, uti perempuan, mbak perempuan, dll. Beda sama fadhil.

Dan hari ini, ketika di kemasan pasta giginya ada gambar cowo cewek, dia nunjuk sambil bilang adil ke gambar cowok, dan mbak ta ke gambar cewe.. alhamdulillah.. semoga paling tidak kamu tau perbedaannya ya dek.

Hal sesederhana itu sdh bisa bikin saya bahagia sekali. Mungkin masih kalah jauh sama yang anaknya masih seumuran tapi wes faham kalkulus… hehheheh becanda.. setiap ibu punya kebahagiaan masing-masing saat menjalani hari-hari bersama si kecil.

*oiya berlaku juga untuk anak cewek yg suka robot, mobil-mobilan, dll. Juga untuk bayi cowok yg rambutnya agak panjang, wkwkkwk (pembelaan karena fadhil rambut panjang).

*tidak ada maksud pamer baca buku atau ikut kajian ya moms, dicantumkan supaya ada rujukannya. Gak ngasal ngomong… hehhehe

*semoga Allah melindungi anak anak kita dari fitnah dunia yg makin hari makin kejam.. amiin… Robbi Habli Minassholihin

Kerangka tulisan

Gender Anak Kita

  1. Keresahan melihat fenomena anak laki-laki melambai
  2. Pengamatan tindakan preventif ibu-ibu di lingkungan
  3. Teori parenting terkait gender dari ayah edi
  4. Teori terkait dari dan sekolah ibu
  5. Respon fadhil setelah diberipengertian sesuai teori dari sekolah ibu
  6. Doa mama fadhil untuk fadhil dan anak-anak  pada umumnya