Suatu pagi di tahun 1995.
Angin berhembus perlahan. Suasana cerah namun tak terik. Lalu lalang kendaraan memenuhi jalan. Pasar mulai menggeliat dengan pedagang yang baru membuka tokonya, dan pembeli yang memilih datang sangat pagi agar leluasa memilih apa yang diinginkan.
Hari itu adalah hari libur. Namun, salma tetap diantarkan ke sekolahnya. Kata ibu salma harus masuk untuk mengikuti gladi bersih perpisahan kakak nol besar. Salma sendiri masih duduk di TK nol kecil. Ia terpilih untuk membacakan surat al lahab beserta artinya.
Saat tiba di sekolah, hanya ada beberapa murid disana. Pintu-pintu kelas masih terkunci, para guru belum datang. Sesaat setelah salma turun dari motor, ayahnya melambaikan tangan lalu menggeber motornya untuk kembali ke rumah. Ayah menyampaikan akan menjemputnya jam 10.00 sesuai jadwal gladi bersih selesai dilaksanakan.
Salma melihat ke sekitar, tidak ada teman nol kecilnya disana. Ia merasa tidak nyaman, karena saat itu hanya ada kakak-kakak nol besar yang tak terlalu ia kenal. Akhirnya ia memutuskan menunggu sambil bermain di prosotan yang saat itu sepi. Saat menuju prosotan, salah satu kakak nol besar memanggilnya. “Kamu kenapa disini?” Tanyanya. Salma tergagap tak menyangka akan ada pertanyaan itu. “Ehhh… kata bu suprih aku harus masuk” jawabnya cepat.
“Kamu salah, hari ini nol besar saja yang masuk. Nol kecil gak boleh ikutan. Lihaten gak ada kan nol kecil yang masuk”
Salma mulai panik, mukanya merah dan matanya berkaca-kaca. Ia lalu memutuskan untuk mengejar ayahnya yang masih terlihat pandangan mata. Sambil berteriak dan menangis ia terus berlari. Sayang ayahnya tak mendengar dan semakin menjauh. Menghilang dari pandangannya.
Disaat itu salma kecil kebingungan. Apa yang harus ia lakukan. Ia tak ingin kembali ke TK karena malu dan merasa salah jadwal. Ah.. anak TK, jangankan salah jadwal masuk, salah seragam saja rasanya malu minta ampun.
Salma meneruskan berlari mengejar ayahnya. Jarak sekolah sampai rumah lumayan jauh, lebih dari satu kilo meter. Melewati jalan besar dan ramai.
Mungkinkah salma si anak kecil berusia lima tahun akan berlari sampai rumahnya? Temukan jawabannya di luka hati anak TK part-2.