cerita mama

Putraku Membaca Waktu

 

Ungkapan waktu terus berlari agaknya tidak akan disetujui oleh Fadhil yang menunggu waktu berbuka puasa. Tahun ini usianya 5 tahun, dan mulai kami latih untuk berpuasa. Fadhil ikut makan sahur walaupun sambil menutup mata.

Kemudian dia akan makan dan minum jam dua belas. Jam makan minum disiang hari ini bersifat fleksibel, sesuai kemampuannya. Pernah ia berbuka jam sepuluh pagi karena sudah merengek lapar dari jam tujuh. Saya pribadi berpendapat yang penting dia tau rasanya “menahan.” Saat memberi pengertian juga kami sampaikan bahwa ia sedang latihan puasa. Puasa yang benar adalah dari terbit fajar sampai adzan maghrib. Lalu apa hubungannya dengan waktu???

Proses menahan ini lah yang membuat fadhil menjadi “sadar waktu”. Banginya untuk melewati dua jam sebelum boleh makan minum si waktu terasa merangkak, atau bahkan merayap sangat pelan.

 
Hasilnya, selama Ramadan tahun ini kemampuan Fadhil yang berkembang pesat tanpa kami prediksi adalah kemampuan membaca jam. Selain membaca arah jarum panjang, dia mulai tertarik belajar menghitung menit.

Efek selanjutnya adalah meminta jam tangan. Padahal beberapa saat sebelumnya Fadhil sama sekali tidak tertarik dengan jam tangan. Hal ini terlihat saat kami mengajaknya te toko jam, Fadhil tidak meminta jam tangan kepada kami. Namun, sekarang Fadhil memintanya dan beralasan agar dia tahu waktu. Tahu jam berapa dan kurang berapa lama waktu berbuka. Dia bisa tau waktu dimanapun dia berada tanpa harus mencari jam dinding.

Dengan menimbang manfaatnya kami pun mencarikan jam tangan melalui market place online. Banyak sekali pilihannya. Banyak jam anak khusus anak laki-laki bertema superhero. Kebanyakan yang bergambar super hero dan super lucu adalah jam digital. Fadhil tidak mau jam digital  dan kami rasa membaca jam digital juga tidak begitu perlu dilatih karena angkanya jam dan detiknya jelas. Bisa langsung dibaca.



Akhirnya kami carikan jam analog anak bergambar stego, sesuai dengan ia yang suka dinosaurus. Pilihan kami jatuh ke brand QQ, yang ternyata packingnya lumayan eksklusif karena ada kotak penyimpanan khusus. Jam ini kami rasa cocok untuk proses belajarnya. Selain angka yang menunjukkan jam, dipinggirannya juga ada angka yang menunjukkan detik, satu sampai enam puluh. Walaupun si Fadhil belum bisa membaca secara tepat pukul berapa lebih berapa menit, tapi proses belajar tanpa paksaan ini membuat kami bahagia.

 

Gambar dari Akun QQ di tokopedia



Tugas saya selanjutnya adalah memberitahunya bagaimana cara menghabiskan waktu dengan bermanfaat. Sekaligus juga PR saya untuk memberikan contoh, yang sampai hari ini rasanya waktu saya belum maksimal dihabiskan dalam kebermanfaatan. Batasan waktu untuk kegiatannya. Dalam waktu dekat, kemampuan membaca waktu yabg baru Fadhil kuasai ini akan saya manfaatkan untuk memberi batasan kapan mulai dan kapan selesai. Misalnya kapan harus mengakhiri menonton tv, jam berapa harus mandi, dsb.
 

Sekian pengalaman singkat kami tentabg waktu dan cara membaca salah satu penandanya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil.